Sunday, 24 May 2015

BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
                      Sesuai dengan fungsinya, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang dalam pergaulannya atau hubunganya dengan orang lain. Bahasa merupakan alat bergaul. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pula bahasa diperlukan. Sejalan dengan perkembangan hubungan social maka perkembangan bahasa seseorang (bayi/anak) dimulai dengan meraba (suara atau bunyi tanpa arti) dan diikuti dengan bahasa satu suku kata.

                       Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kogntif yang berarti factor intelek atau kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Bayi, tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami lingkungan. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain, “meniru” dan “mengulang” hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar awal. Jadi, perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat berkomunikasi dengan cara lisan, tertulis, meupun dengan menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan menguasai alat komunikasi disini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat dipahami dan memahami orang lain.
1.2    Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Perkembangan Bahasa…?
2.      Kenapa harus ada Perkembangan Bahasa…?
3.      Apakah tujuan dari Bahasa itu…?

1.3    TUJUAN
1.      Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang dalam pergaulannya atau hubunganya dengan orang lain.
2.      Karna, jika tdak ada bahasa kita pasti akan kebingungan dalam berkomunikasi
3.      Karna Bahasa adalah sebagai alat komunikasi kita untuk berbicara dan bisa di mengerti antar sesama





BAB II
PEMBAHASAN
2.1     Perkembangan Bahasa
                      Pertumbuhan bahasa pada seorang anak memiliki beberapa tahap, mulai dari tahap pralinguistik, kemudian berlanjut pada tahap linguistik. Dalam tahap linguistik, pertumbuhan bahasa dibagi dalam beberapa tahap, yaitu fase satu kata (holofrase), fase lebih dari satu kata dan fase perbedaan (differensiasi). Sedangkan dalam perkembangannya, perkembangan bahasa peserta didik pun memiliki beberapa tahap, diantaranya reflexsive vocalization, babling, lalling, echolalia, sampai true speech. Tahapan-tahap pertumbuhan dan perkembangan bahasa tersebut terjadi pada seorang anak dengan usianya yang bervariasi.
                      Menurut para ahli, bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan (pendapat, perasaan, dll) dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama, kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna, dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat. Jadi, perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda- tandan atau isyarat dengan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat.
1) Bahasa Tubuh / Bahasa Isyarat
2) Bahasa Tulisan
3) Bahasa Lisan Setiap bahasa memiliki karakteristik bervariasi, dan setiap bahasa memiliki karakteristik yang umum.
                     Urutan kata- kata merupakan karakteristik yang dikehendaki dalam suatu bahasa.Berikut ini beberapa bentuk bahasa yang sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya :
Ø    Pemerolehan bahasa pertama terjadi bila anak pada awal kehidupannya tanpa bahasa hingga kini telah memperoleh satu bahasa. Bahasa ibu (bahasa pertama) menjadi salah satu sarana bagi seorang anak untuk mengungkapkan perasaan, keinginan, pendirian, gagasan, harapan, d an sebagainya. Sedangkan pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh sebuah bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai bahasa pertamanya (bahasa ibu) sampai batas tertentu.
Ø    Pertumbuhan bahasa dimulai dari tangisan pertama sampai anak mampu bertutur kata. Pertumbuhan bahasa terbagi atas dua periode besar, yaitu: periode Pralinguistik (0-1 tahun) dan Linguistik (1-5 tahun). Mulai periode linguistik inilah mulai saat anak mengucapkan kata pertama, yang merupakan saat paling menakjubkan bagi orang tua. Periode linguistik terbagi dalam tiga fase besar, yaitu:

1)      FASE SATU KATA (HOLOFRASE)
      Pada fase ini anak mempergunakan satu kata untuk menyatakan pikiran yang kompleks, baik yang berupa keinginan, perasaan atau temuannya tanpa perbedaan yang jelas.
2)      FASE LEBIH DARI SATU KATA
       Fase dua kata muncul pada anak berusia sekitar 18 bulan. Pada fase ini anak sudah dapat membuat kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata. Kalimat tersebut kadang-kadang terdiri dari pokok kalimat dan predikat, kadang-kadang pokok kalimat dengan obyek dengan tata bahasa yang tidak benar.
3)      FASE PERBEDAAN (DIFFERENSIASI)
        Keterampilan anak dalam berbicara mulai lancar dan berkembang pesat. Dalam berbicara anak bukan saja menambah kosakatanya yang mengagumkan akan tetapi anak mulai mampu mengucapkan kata demi kata sesuai dengan jenisnya, terutama dalam pemakaian kata benda dan kata kerja.

       Dari uraian di atas mengenai perkembangan anak, dapat dilihat bahwa seorang anak di dalam perkembangan bahasanya mengalami tahapa- tahapan yang sangat rumit, tidak seperti yang kita bayangkan. bahwa bahasa itu berkembangan begitu saja. Secara garis besar tahapan perkembangan bahasa pada anak dapat kita bagi menjadi tahap reflexsive vocalization, babling, lalling, echolalia, dan true speech.

       PengertianPertumbuhan danPerkembanganPertumbuhan berkaitan dengan perubahan yang bersifatkuantitatif, yang mengacu pada jumlah, besar, serta luas yangbersifat kongkret yang biasanya menyangkut ukuran dan strukturbiologis.Perkembangan adalah proses perubahan kuantitatif yang mengacupada kualitas fungsi organ-organ jasmaniah dan bukan pada organjasmani tersebut sehingga penekanan arti perkembangan terletakpada penyempurnaan fungsi psikologis yang termanifestasi padakemampuan biologis

·         Faktor-faktor yang Mempengaruhisikap seseorang atau kelompokterhadap perubahan dalamperkembangan adalah:
1. Penampilan diri
2. Perilaku
3. Stereotip Budaya
4. Nilai-nilai Budaya
5. Perilaku Peranan
6. Pengalaman Pribadi

        Secara relatif, perkembangan beraturan dan mengikuti pola-polatertentu Setiap individu memliki kecepatan dan kualitas perkrmbangan yangberbedav Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek Prinsip-prinsip Perkembangan

1. Perkembangan Melibatkan Adanya Perubahan
2. Perkembangan Awal Lebih Kritis dari Perkembangan selanjutnya
3. Perkembangan Merupakan Hasil Proses Kematangan dan Belajar Kecendrungan yang merupakan Prinsip Perkembangan
4. Pola perkembangan dapat diramalkan
5. Pola perkembangan mempunyaikarekteristik yang dapat diramalkan
6. Dalam perkembangan, ditemui perbedaanindividual
7. Setiap periode perkembangan mengandungharapn social
8. Setiap bidang perkembangan mengandungbahaya social
9. Kebahagian bervariasi pada berbagai faseperkembangan

        Pada saat tertentu dan dalam bidang –bidang tertentu,perkembangan pria berbeda dengan wanita Pria dan Wanita bereda. Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya sampai batas-batas tertentu, perkembangan sesuatu aspekdapat dipercepat atau diperlambat secara normal, perkembangan individu mengikuti seluruh fase,tetepi karena faktor-faktor khusus, Fase tertentu dilewati dengan cepat atau sangat lambat. Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umummenuju ke yang lebih khusus, mengikuti proses diferensial dan integrasi. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur, sedikitdemi sedikit.





·         Aspek-aspek perkembangan:

1. Pertumbuhan fisik
2. Pertumbuhan otak
3. Perkembangan psikomotorik
4.Perkembangan kognitif
5.Perkembangan social
6. Perkembangan emosi

·         Tahap dan TugasPerkembanganTugas-tugas perkembangan masa bayi dankanak-kanak

1. Belajar berjalan
2. Belajar mengmbil makan
3. Belajar bicara
4. Belajar mengontrol cara-cara buang air
5. Belajar mengetahui jenis kelamin
6. Menguasai stabilitas jasmaniah
7. Memiliki konsep sosial dan fisik
8. Belajar hubungan sosial9. Belajar membedakan

·         Tugas-tugas perkembanganmasa anak

1. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan dalampermainan
2. Pengembang sikap yang menyeluruh terhadap dirisendiri sebagai individu yang berkembang
3. Belajar berkawan dengan teman sebaya
4. Belajar melakukan peranan sosial sebagai laki-lakiatu wanita
5. Belajar menguasai keterampilan-keterampilanintelektual dasar yaitu membaca, menulis, danberhitung
6. Pengembangan konsep-konsep diperlukan dalamkehidupan sehari-hari
7. Pengembangan moral, niali, dan hati nurani8. Memiliki kemerdekaan pribadi
9. Pengembangan sikap terhadap lembaga dan kelompoksosial





·         Tugas-tugas perkembangan masaremaja

1. Mampu menjalin hubungan lebih matang dengan sebaya danjenis kelamin lain
2. Mampu melakukan peran-peran sosial sebagai laki-laki danwanita
3. Menerima kondidi jasmani dan dapat menggunakan secaraefektif
4. Memiliki keberdirisendirian emosional dari orang tua danorang dewasa lainnya
5. Memiliki perasaan mampu berdiri sendiri dalam bidangekonomi
6. Mampu memilih dan mempersiapkan diri untuk sesuatupekerjaan
7. Belajar mempersiapkan diri untuk perkawinan dan hidupbekeluarga
8. Mengembangkan konsep-konsep dan keterampilan intelektualuntuk hidup bermasyarakat
9. Memiliki perilaku sosial seperti yang diharapkan masyarakat
10. Memiliki seperangkat nilai yang menjadi pedoman bagiperbuatannya

·         Tugas-tugas perkembangan masa dewasa muda

1. Memilih pasangan hidup
2. Bela
7. Bertanggung jawab sebagaiwarga masyarakat danwarga Negara
8. Menemukan persahabatandalam kelompok social
jar hidup bersamapasangan hidup
3. Memulai hidup berkeluarga
4. Memelihara dan mendidikanak
5. Mengelola rumah tangga
6. Memulai kegiatan pekerjaan

·         Tugas-tugas perkembangan masadewasa dan lanjutPerkembangan pada usia dewasa:

1. Memiliki tanggung jawab sosial dankenegaraan sebagai orang dewasa
2. Mengembangkan dan memelihara standarkehidupan ekonomi
3. Membimbing anak dan remaja agarmenjadi orang dewasa yang bertanggungjawab dan berbahagia
4. Mengembangkan kegiatan-kegiatan waktusenggang sebagai orang dewasa
5. Menerima dan menyesuaikan diri denganperubahan-perubahan fisik sebagai orangsetengah baya
6. Menyesuaikan diri dengan kehidupansebagai orang tua yang bertambah tua

·         Perkembangan pada usia lanjut:

1. Menyesuaikan diri dengan kondisi fisik dankesehatan yang semakin menurun
2. Menyesuaikan diri dengan situasi pensiundan penghasilan yang semakin berkurang
3. Menyesuaikan diri dengan kematian daripasangan hidup
4. Membina hubungan dengan sesama usialanjut
5. Memenuhi kewajiban-kewajiban sosial dankenegaraan
6. Memelihara kondisi dan kesehatan
7. Kesiapan menghadapi kematian

·         Post natal adalah sebagaiberikut:

1.Masa bayi dan kanak-kanak(0-5 tahun)
2.Masa kanak-kanak akhir (6-12 tahun)
3.Masa remaja (13-21 tahun)
4.Masa dewasa awal (22-40tahun)
5.Masa setengah baya (40-60tahun)
6.Masa tua (> 60 tahun)

2.2 Indikator Perkembangan Bahasa
PERKEMBANGAN MOTORIK
Indikator Kasar
1.    Duduk tanpa dibantu
2.    Merangkak
3.    Bangkit dan berdiri sendiri tanpa dibantu
4.    Berjalan dengan dibantu/dibimbinG
5.    Meniru menggelindingkan bola
Indikator Halus
1.     Menjangkau, menggenggam, memasukkan benda ke mulut
2.     Mengambil benda dengan jempol dan satu jarinya
3.     Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya
4.     Menjatuhkan benda permainan dan memungutnya kembali
5.     Menjangkau, menggenggam, memasukkan benda ke mulut
        Sepuluh indikator tersebut harus orang tua perhatikan, dan bila pada anaknya hanya mampu melakukan kurang dari sama dengan 5 indikator (campur kasar halus), maka orang tua perlu melakukan upaya untuk meningkatkan perkembangan motorik si anak. Jangan ragu melatih gerak si anak. Dan memang harus sabar.

PERKEMBANGAN KOGNITIF/KECERDASAN
Indikator
1      Mengikuti benda bergerak dengan mata
2      Mengenal orang yang berbeda-beda
3      Memberikan reaksi pada orang yang belum dikenal dengan menangis atau menatap terus
4      Memberikan reaksi pada perintah yang sangat sederhana
5      Menirukan gerak dan perbuatan
6      Memasukkan/mengeluarkan benda-benda kecil
        Keenam indikator tersebut harus diperhatikan oleh orang tua, dan bila pada anaknya hanya mampu melakukan kurang dari sama dengan 3 indikator maka orang tua harus berupaya meningkatkan kemampuan perkembangan kognitifnya salah satu caranya dengan mengajak si anak bermain dengan alat bantu atau ilustrasi yang beraneka ragam, dan warna serta bentuk yang menarik.

PERKEMBANGAN BAHASA
Indikator
1.     Memberikan reaksi terhadap pembicaraan orang dengan melihat kepada si pembicara
2.     Memberikan reaksi berbeda terhadap bermacam-macam suara
3.     Menengok ke arah sumber bunyi
4.     Memberikan reaksi dengan gerakan terhadap perkataan (yang diucapkan dengan disertai gerakan yang sesuai)
5.     Mencoba meniru suara atau bunyi sesuai kemampuan anak
6.     Membuat bunyi-bunyian seperti tangisan dan bunyi lainnya
7.     Mengulang bunyi (mengoceh) kalau sedang sendiri atau diajak bicara
8.     Berhubungan dengan orang lain dengan meniru suara orang dewasa
9.     Mencoba menyampaikan keinginan dengan nada suara berbeda
      Sama halnya dengan perkembangan motorik bila kurang dari sama dengan 5 indikator yang hanya dapat dilakukan oleh si anak, orang tua harus sering-sering mengajak si anak berbicara dan memperdengarkan kepadanya aneka suara, walaupun si anak tidak paham arti kata-kata tersebut. Tirukan gerakan dan mimik serta pengucapan yang jelas. Karena bisanya bayi melihat dari gerak bibir.

PERKEMBANGAN SOSIAL/KEMANDIRIAN

Indikator
1.     Menggenggam dan memasukkan biskuit/kue ke dalam mulut
2.     Memegang cangkir atau gelas dengan kedua tangan tanpa dibantu
3.     Mengacungkan atau merentangkan tangan atau kaki kektika dipakaikan baju atau celana
     Bila anak hanya mampu melakukan kurang dari sama dengan 2 indikator saja, orang tua harus melatihnya dan caranya bisa dengan jalan membiarkan si  anak bila ingin makan sendiri walaupun nantinya jadi berantakan dan lantai kotor.






BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
         Perkembangan bahasa sangatlah penting bagi setiap individu agar lebih mudah berkomunikasi antar sesama. Oleh karna itu,  penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat berkomunikasi dengan cara lisan, tertulis, meupun dengan menggunakan tanda-tanda dan isyarat.
3.2    Saran
       Sebagai calon Pendidik (Guru) nantinya, kita harus bisa mengajarkan sejak dini kepada peserta didik kita agar menggunakan bahasa yang sopan, baik, dan benar, serta mengajarka perbedaan bahasa berbicara kepada teman sebaya, yang lebih tua, dan orang tua. Karana bahasa merupakan cermin diri kita sendiri, baik buruknya bahasa yang di ucapkan oleh seorang anak, akan berpengaruh terhadap karakteristik dari anak tersebut.

BAB 1
PENDAHULUAN 

1.1    Latar Belakang
     Karate atau karate-do merupakan salah satu seni bela diri timur. Pada umumnya, karate lebih digambarkan dengan gerakan serangan dan belaan kaki dan tangan secara menyeluruh. Konsep yang diamalkan adalah berdasarkan kepada kefahaman umum adalah serangan-serangan lurus dan mendatar. Variasi belaan juga adalah lebih kepada kaedah mudah yang mana apabila difikirkan secara mudah, karate adalah satu seni yang ringkas dan lebih berpandukan kepada konsep 'tinju' teratur. Pandangan inilah yang menjadi faktor kesilapan kepada persepsi seni karate itu sendiri.

1.2    Rumusan Masalah
·         Mengetahui cara cara melakukan pertandingan karate
·         Mengetahui tata cara karate
·         Bagai mana peraturan karate


1.3    Tujuan
·         Dapat mengetahui Tentang Karate
·         Dapat mengetahui peraturan Karate




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian dan Sejarah Karate  
    Pengertian Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” (pinyin: kongshou). Gichin Funakoshi mulai memperkenalkan karate mulai tahun 1921 .
         Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu: Shotokan Goju-Ryu Shito-Ryu Wado-Ryu Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF. Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF". Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung". Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring. 

Ø  Sejarah Karate
     Asal usul karate berasal dari seni beladiri tinju Cina diciptakan oleh Darma, guru Budha yang Agung, manakala tengah bermeditasi di Biara Shorinji, Mt-Sung, Provinsi Henan, Cina Generasi Darma selanjutnya menyebut bela diri ini dengan nama Shorinji Kempo yang berakar di Okinawa melalui kontaknya dengan Cina pada medio abad ke-14. Lahirnya karate sebagai seni bela diri diketahui pada abad ke – 19 adalah Matsumara Shukon seorang prajurit samurai.
       Menurut sejarah sebelum menjadi bagian dari jepang, Okinawa adalah suatu wilayah berbentuk kerajaan yang bebas merdeka. Pada waktu itu Okinawa mengadakan hubungan dagang dengan pulau – pulau tetangga. Salah satu pulau tetangga yang menjalin hubungan kuat adalah Cina. Hasilnya Okinawa mendapatkan pengaruh yang kuat akan budaya Cina. Sebagai pengaruh pertukaran budaya itu banyak orang-orang Cina dengan latar belakang yang berbeda-beda datang ke Okinawa mengajarkan bela dirinya pada orang-orang setempat. Sebaliknya orang-orang Okinawa juga banyak yang Hijrah ke Cina sekembalinya ke Okinawa mengajarkan ilmu yang sudah didapatkan di Cina.

    v   Sejarah Karate di Indonesia
        Masuknya karate ke tanah air dipelopori oleh Mahasiswa Indonesia yang sudah menyelesaikan studinya di Jepang. Baud Adikusumo, Muchtar dan Karyanto mendirikan dojo yang memperkenalkan aliran Shotokan. Dojo ini didirikan di Jakarta, tahun 1963. Tahun- berikutnya mereka membentuk suatu wadah yang saat itu disebut PORKI (Persatuan Olahraga Karate Indonesia). Kemudian datang pula mahasiswa Indonesia yang juga telah belajar di Jepang seperti Setyo Haryono. Anton di Lesiangi, Chairul Taman dan Sabeth Muchsin, Marcus Basuki yang juga mengembangkan karate tanah air. Perkembangan karate tanah air juga mencatat kedatangan ahli-ahli karate Jepang yang datang ke tanah air, antara lain Masatoshi Nakayama Shotokan , Oishi Shotokan, Nakamura Shotokan, Kawawada shotokan, Matsusaki Kushinryu, Masutatsu Oyama Kyokushinryu, Ishilshi Gojuryu dan Hayashi Shitoryu. Melihat dan antusiasme menyebabkan karate tumbuh pesat di tanah air yang dapat dilihat dari banyaknya organisasi karate. Namun demikian karena ketidakcocokan para tokoh, akhirnya PORKI mengalami perpecahan. Pada akhirnya, dilandasi dengan itikad baik untuk bersatu dan keinginan bersama untuk mengembangkan karate, para tokoh karate sepakat untuk membentuk wadah baru yang brnama FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) tahun 1972. Karena semakin dikenal diseluruh Indonesia. Mereka mengembangkan karate dengan mendirikan perguruan. Dengan semakin besarnya pengaruh karate di Indonesia akhirnya diubahlah nama PORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) menjadi FORKI (Federasi Olahraga Karae Indonesia) yang merupakan induk organisasi semua perguruan karate di Indonesia. FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) yang sekarang menjadi perwakilan WKF (Wordl Karate Federation) untuk Indonesia. Dibawah bimbingan FORKI, para Karateka Indonesia dapat berlaga di forum Internasional terutama yang disponsori oleh WKF.


Ø  Tokoh Karete Indonesia
Baud Adikusumo (INKADO)
Sabeth Mukhsin (INKAI)
Anton Lesiangi (LEMKARI)
Nardit T (WADOKAI)
Bert Lengkong (SHINDOKA)
Chairul Taman (KHUSHINKAI)
Setyo Haryono (GOJU RYU)
Marcus Basuki (SHITORYU)
Dan masih banyak lagi yang lainnya

Ø  FORKI (Federasi Olah Raga Karate – do Indonesia)
      Arti lambang lambang FORKI segi lima dengan garis bawah membentuk sudut melambangkan olah raga karate yang dibina oleh FORKI, berdiri atas dasar semangat revolusi 17 Agustus 1945, berazaskan Pancasila dan Sumpah Karate. Tujuh buah lingkaran melambangkan keolahragaan karate dan Sapta Prasetia FORKI. Gambar huruf K menggambarkan seorang karateka yang sedang siap sedia. Warna Kuning melambangkan keagungan warna hitam melambangkan keteguhan tekad. Warna merah melambangkan keberanian warna putih melambangkan kesucian.

Ø  INKAI (Institut Karate-do Indonesia)
      Arti Lambang bulatan bumi berwarna Merah Putih yang diikat Sabuk Hitam didalam sebuah lingkaran yang berwarna dasarnya kuning, melambangkan anggota INKAI yang bersatu pada ikatan kekeluargaan berdasarkan prinsip-prinsip karate-do.

2.2   Pertandingan Karate
Pertandingan karate dibagi atas tiga jenis yaitu :
1.      Kumite (perkelahian)
2.      Kata (jurus)
3.      Kihon (peragaan teknik)
Kumite
Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.
    
    v  Luas Lapangan

     Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi. Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya, seperti pada gambar berikut:
Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.




   v  Peralatan Karate

Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate :
1.      Pakaian karate (karategi) untuk kontestan

2.      Pelindung tangan

3.      Pelindung tulang kering

4.      Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao

5.      Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
a)      Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
b)      Pelindung tubuh untuk kontestan putri
c)      Pelindung selangkangan untuk kontestan putera
6.      Peluit untuk arbitrator/alat tulis
7.      Seragam wasit/juri
a)      Baju putih
b)      Celana abu-abu
c)      Dasi merah
d)     Sepatu karet hitam tanpa sol
8.      Papan nilai/n scoring board
9.      Administrasi pertandingan
10.  Bendera merah & biru untuk juri

Tambahan:
Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindugn selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan
      Sebagai tanda waktu pertandingan dengan pencatat waktu (stop watch).
Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindugn selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.




BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
     Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” (pinyinkongshou).

3.2  Saran
        Bela diri pada waktu itu hanya bersifat mempertahankan diri dari gangguan binatang buas dan alam sekitarnya. Namun sejak pertambahan penduduk dunia semakin meningkat , maka gangguan yang dating dari manusia mulai timbul sehingga keinginan orang untuk menekuni ilmu bela diri semakin meningkat. Jadi kita harus mempelajari ilmu membela diri untuk menjaga dari gangguan orang lain.

Sample Text

Popular Posts

Recent Posts

SEMOGA BERMANFAAT BUAT PEMBACA

Text Widget